Breaking News

Tertarik Menggunakan Asuransi? Yuk Kenali Serba-Serbi Seputar Asuransi Kesehatan Berbasis Syariah



Produk keuangan berbasis syariah kini mulai banyak diminati masyarakat. Melihat kecederungan ini makin banyak pula jasa keuangan yang mengeluarkan produk syariahnya. Bukan hanya bank yang menggunakan sistem syariah, asuransi seakan tidak mau ketinggalan memberikan layanan dengan menggunakan sitem satu ini. Salah satu produknya yang kini bisa dimiliki masyarakat adalah asuransi kesehatan syariah. Asuransi ini tentu menggunakan prinsip, aturan, dan hukum yang berlandaskan syariat Islam. Konsep dan sistem operasionalnya juga tidak jauh berbeda dengan asuransi konvensional, hanya saja terdapat beberapa perubahan yang disesuaikan dengan konsep yang ada dalam hukum Islam.

Dan ketika Anda memilih asuransi syariah ini, maka cara pandang Anda tentang asuransi juga harus berubah. Tidak seperti asuransi konvensional, asuransi syariah dirancang bukan hanya untuk menyelenggarakan program namun juga sebagai sarana tolong menolong antar nasabah dan kepentingan akhirat. Kesimpulannya asuransi syariah lebih luas cakupannya, tidak semata-mata menonjolkan sisi bisnisnya saja namun juga memerhatikan sisi amaliahnya.

Jika Anda tertarik dengan produk asuransi syariah, serba-serbi berikut ini wajib Anda simak.

1. Dikelola secara syariah 

 
Seperti namanya, pengelolaan asuransi syariah didasarkan pada hukum Islam. Bagi Anda yang ingin mendapat jaminan kesehatan atas diri sendiri dan keluarga sekaligus terhindar dari riba, asuransi syariah dapat menjadi salah satu pilihan yang tepat. Seluruh prosesnya akan selalu mempertimbangkan halal dan haram seperti yang berlaku dalam hukum Islam.

2. Mempunyai prinsip tolong menolong

Dalam asuransi syariah, tujuan utama pengelolaan keuangan adalah saling membantu. Kedua belah pihak, penyelenggara layanan dan peserta sama kedudukannya, jadi tidak ada satu pihak yang lebih diuntungkan.

3. Terdapat surplus underwriting

Nah, bagi Anda yang tidak melakukan klaim atau tidak menggunakan jaminan asuransi sama sekali untuk perawatan dalam periode satu tahun, Anda berhak untuk mendapatkan surplus underwriting. Pembagian surplus underwriting dilakukan dengan membagi seluruh dana yang terkumpul kepada peserta.

4. Sistem pembukuan keuangan bersifat terbuka

Tidak seperti sistem konvensional yang pembukuannya tertutup, asuransi kesehatan syariah mempunyai sistem pembukuan yang bersifat transparan. Anda sebagai nasabah dapat dengan mudah mendapatkan informasi mengenai bagaimana dan seperti apa dana yang terkumpul dikelola.

5. Tidak terdapat riba atau bunga

Hal yang paling pokok dalam sistem syariah adalah bebasnya dari unsur riba atau bunga. Dalam pengelolaan keuangan asuransi syariah, setiap peserta akan membayar nominal tertentu untuk membantu sesama peserta. Pembagian surplus juga dilakukan dengan persentase yang telah disepakati dan menghindari pemberian bunga.

6. Meniadakan dana hangus

Bagi peserta yang tidak sanggup melanjutkan pembayaran ataupun berkeinginan untuk mengundurkan diri, tidak perlu khawatir jika menggunakan sistem syariah. Hal ini dikarenakan dalam sistem syariah tidak ada istilah dana hangus. Justru sebaliknya, peserta bisa mengambil kembali tabungan yang telah disetorkan sebelumnya.

7. Layanan yang diperoleh lengkap

Layanan kesehatan yang bisa diklaim menggunakan asuransi kesehatan syariah tidak jauh berbeda dengan yang konvensional. Terdapat layanan rawat jalan, rawat inap, persalinan dan terdapat satu manfaat tambahan yaitu adanya santunan harian. Bahkan, bagi nasabah asuransi syariah Allianz bisa menggunakan layanan asuransi cashless di rumah sakit aliansi Allianz Admedika.

Demikian beberapa hal terkait dengan asuransi syariah. Semoga dapat membantu Anda menentukan pilihan.



Tidak ada komentar